Suka Musik dan Jurnalistik

444
(DOKUMENTASI PRIBADI)
(DOKUMENTASI PRIBADI)
(DOKUMENTASI PRIBADI)
(DOKUMENTASI PRIBADI)

PEMILIK nama lengkap Intan Dwi Artikawati ini, mencoba menelisik dua dunia berbeda, yakni musik dan jurnalistik. Dua bidang itu hendak diracik agar mampu memberikan warna dalam hidupnya.

Bagi Intan, musik merupakan sebuah instrumen yang lekat dengan karakternya. Ya, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini sudah bergelut dengan musik sejak masih melalap bangku sekolah dasar. ”Dulu cuma suka nyanyi. Tapi pas SMA, mulai belajar alat musik, terutama gitar. Biar nggak nyanyi-nyanyi doang, juga ada iringannya,” cetusnya.

Gadis kelahiran Wonogiri, 14 April 1996 ini mengaku belajar gitar secara otodidak. Baginya, belajar gitar sendiri dirasa bisa lebih merasakan nada-nada. ”Menurutku dengan bisa bermain gitar, semua rasa bisa tercurah di sini, biasalah kadang suka galau sendiri,” imbuhnya.

Selain menggemari musik, Intan memiliki impian untuk dapat bekerja di dunia jurnalistik khususnya pertelevisian. Ilmu dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal, Undip yang diikutinya merangsangnya untuk terjun di dunia jurnalistik, terutama televisi.

”Rasanya cukup menantang menjadi wartawan perempuan. Apalagi siaran live ketika meliput kejadian menegangkan seperti peristiwa pengeboman di Sarinah, Jakarta beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Intan mengungkapkan, komunikasi massa menjadi salah satu hal yang paling berpengaruh bagi masyarakat. Karena itu, selain menyerap ilmu dari LPM, dia kerap menulis rilis untuk dikirimkan ke beberapa media cetak. ”Saya kerap menulis kemudian saya kirim ke media, meski tidak semuanya naik cetak,” pungkasnya. (amh/ida/ce1)