Asal Yakin dan Senang, Belajar Menulis Itu Mudah

429
PELATIHAN JURNALISTIK: Puluhan siswa SMP 12 Banyumanik Semarang berfoto bersama usai pelatihan jurnalistik, Minggu (24/1) lalu. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN JURNALISTIK: Puluhan siswa SMP 12 Banyumanik Semarang berfoto bersama usai pelatihan jurnalistik, Minggu (24/1) lalu. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN JURNALISTIK: Puluhan siswa SMP 12 Banyumanik Semarang berfoto bersama usai pelatihan jurnalistik, Minggu (24/1) lalu. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN JURNALISTIK: Puluhan siswa SMP 12 Banyumanik Semarang berfoto bersama usai pelatihan jurnalistik, Minggu (24/1) lalu. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Belajar jurnalistik itu mudah. Namun ada tiga kata kunci, yakni asal merasa senang terhadap jurnalistik, merasa yakin bisa dan mau bekerja keras untuk terus belajar mengasah diri. Teori bisa dipelajari sambil terus menulis.

”Meskipun kelak menjadi jurnalis atau tidak menjadi jurnalis, kemampuan menulis akan sangat penting di kemudian hari. Bahkan ketika hanya menjadi ibu rumah tangga saja, kemampuan menulis bisa dikembangkan dengan menjadi novelis atau cerpenis. Itu akan menambah pendapatan,” kata Redaktur Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor Layla saat mengisi pelatihan jurnalistik di SMP 12 Banyumanik Semarang, Minggu (24/1) lalu.

Kepala SMP 12, Suwarno Agung Nugroho, menyatakan, menjadi jurnalis itu menyenangkan. Karena itu, pelatihan jurnalistik ini akan menambah kompetensi siswa. Kreativitas siswa bisa dituangkan ke dalam majalah dinding (mading) di setiap kelas. Selain itu, SMP 12 telah memiliki majalah sekolah yang diisi siswa dan guru.

”Kami berusaha meningkatkan kemampuan siswa dengan pelatihan jurnalistik yang mengundang pakar jurnalistik dari berbagai media di Kota Semarang. Kami ingin mendorong siswa untuk piawai menulis, sehingga output siswa SMP 12 selalu diperhitungkan,” ujarnya.

Salah satu siswa yang beberapa kali menang lomba pidato bahasa Inggris, Anindya Nur Aprillea bersyukur bisa ikut pelatihan jurnalistik. ”Dengan adanya pelatihan jurnalistik seperti ini, akan menambah semangat kami untuk belajar bisa menulis. Kami juga ingin majalah sekolah SMP 12 bisa disebarkan keluar, sehingga bisa dibaca oleh banyak orang di luar SMP 12,” harapnya.(ida/aro/ce1)