Eksperimen 5 Bulan, Klaim Pertama di Indonesia

Beno Artoko, Ciptakan Tirai Pelangi dari Daur Ulang Tutup Botol

1554
KREATIF: Beno Artoko dan Tirai Pelangi dari rangkaian tutup botol bekas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Beno Artoko dan Tirai Pelangi dari rangkaian tutup botol bekas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Beno Artoko dan Tirai Pelangi dari rangkaian tutup botol bekas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Beno Artoko dan Tirai Pelangi dari rangkaian tutup botol bekas. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Siapa mengira produk kerajinan tangan yang diberi nama Tirai Pelangi yang indah itu ternyata terbuat dari sampah tutup botol. Sang pembuatnya mengklaim kreativitas tersebut satu-satunya di Kota Semarang, bahkan pertama di Indonesia. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

PRIA bertangan dingin itu bernama Beno Artoko, 35. Kejelian dan kreativitasnya membuat kerajinan tangan patut diapresiasi. Meski produk Tirai Pelangi ini belum banyak dikenal publik, tutup botol bekas yang beraneka ragam warna itu dirangkai menjadi kreasi kerajinan yang indah. Ia juga dibanjiri respons publik. Bahkan ia yakin dan berharap Tirai Pelangi asli Semarang ini bisa mencuri perhatian market nasional, bahkan bisa go international.

Produk temuannya itu diberi nama Tirai Tup Tol (TTT) Suvernir Khas Semarang. Ia membuat kerajinan handmade itu di sebuah rumah sederhana di Perumahan Cluster Dinar Indah Blok 3C Nomor 4 RT 8 RW 26, Meteseh, Tembalang, Semarang. Ia berupaya bangkit untuk menggerakkan green ekonomi dengan menggunakan konsep daur ulang limbah sampah berupa tutup botol bekas.