Jateng Usulkan Hujan Buatan

407

SEMARANG – Intensitas hujan yang mengguyur Jawa Tengah dianggap belum mencukupi untuk mengisi sejumlah waduk. Hujan buatan bahkan diusulkan agar waduk-waduk memiliki cadangan air cukup guna menghadapi musim kemarau nanti.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah, Prasetyo Budie Yuwono mengatakan pihaknya sudah mengusulkan hujan buatan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). Usulan dilayangkan karena hingga saat ini tingkat ketinggian waduk masih 31 persen. ”Surat usulan sudah kami kirimkan seminggu yang lalu. Kami juga sertakan info tentang kondisi waduk,” ujarnya.

Dia menjelaskan, meski Jawa Tengah terus diguyur hujan akhir-akhir ini, intensitasnya belum mencukupi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran provinsi ini terancam kekeringan pada musim kemarau nanti. Menurut Prasetyo, ketinggian air waduk yang mencapai 55 persen baru dianggap mencukupi untuk mengairi lahan pertanian. ”Kami usulkan ke pemerintah pusat karena biaya menciptakan hujan buatan cukup mahal. Mencapai Rp 150 juta sekali terbang,” ungkapnya. Hujan buatan biasanya dikerjakan dengan menyemai garam di awan oleh petugas Kementerian PU-Pera dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hingga kemarin, pihaknya belum mendapatkan jawaban dari pusat. Dia mengatakan jika hujan buatan tak dilakukan, pihaknya terpaksa memberlakukan sistem pengairan secara bergilir dengan dikawal petugas.

Sekda Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan treatment modifikasi cuaca dengan hujan buatan diperlukan untuk mengatasi kekeringan. ”Jangan sampai saat musim kemarau nanti waduk belum terisi. Percuma kita bicara daulat pangan jika air tidak tersedia,” paparnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Samirun setuju dengan hujan buatan asal dibiayai pusat. ”Silakan saja jika dibiayai pusat. Sebab akan membebani pemprov jika dibiayai sendiri,” katanya. Hanya saja, dia meminta modifikasi cuaca tersebut tepat sasaran. Sehingga tidak membuat wilayah lain banjir. ”Kan harus tepat jatuhnya hujan tepat di daerah sekitar waduk,” tandasnya. (ric/ce1)