Kembangkan Wisata Kuliner Syariah

487
Prasetyo Aribowo (Istimewa)
Prasetyo Aribowo (Istimewa)
Prasetyo Aribowo (Istimewa)
Prasetyo Aribowo (Istimewa)

BERBURU kuliner di Jawa Tengah tergolong asyik. Tapi tidak sedikit pelancong, terutama muslim, yang masih merasa khawatir mengenai kehalalan menu-menu yang disajikan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jawa Tengah Prasetyo Aribowo ingin memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang mengisi perut di seluruh tempat makan provinsi ini. Karena itu, dia mencoba mengembangkan wisata kuliner syariah.

”Jadi nanti siapa saja yang menyediakan kuliner, dari restoran hingga warung pinggir jalan, diimbau menyediakan makanan halal. Baik dari bahan maupun pengolahannya. Dengan begitu, para pelancong, terutama umat muslim, tidak perlu berpikir dua kali untuk jajan di Jateng,” ucapnya.

Baginya, kuliner merupakan sektor yang wajib diperhatikan jika berbincang mengenai pariwisata. Para pelancong pasti akan mencari makanan yang tidak ditemukan di daerah asal mereka. Menginginkan cita rasa baru yang bisa membuat rasa kangen untuk kembali berwisata di Jawa Tengah.

”Kesempatan ini bisa ditangkap oleh pengusaha kuliner. Sudah bukan rahasia lagi jika wisatawan tidak berpikir dua kali untuk mendapatkan makanan lezat, terutama makanan-makanan khas. Begitu juga dengan oleh-oleh,” pungkasnya. (amh/ric/ce1)