Terdakwa Stres, Sidang Ditunda

Dugaan Korupsi Kolam Retensi Muktiharjo Kidul

395

MANYARAN – Salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang 2014, Dra Handawati Utomo, mengalami stres berat. Akibatnya, Direktur PT Harmoni International Technology (HIT) tersebut gagal dituntut di Pegadilan Tipikor Semarang, Kamis (28/1) kemarin. Selain Handawati, sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Ir Tri Budi Purwanto MT, Komisaris PT HIT, kemarin juga harus tertunda.

Dalam sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Ende Yanto, didampingi Slamet Widodo meminta majelis hakim untuk menunda sidang, karena terdakwa Handawati sedang sakit. ”Tuntutan kami sudah siap, akan tetapi kuasa hukum terdakwa meminta untuk ditunda, karena terdakwa Handawati sedang sakit,” kata jaksa Ende di hadapan majelis hakim yang dipimpin Andi Astara. Oleh majelis hakim, sidang akhirnya ditunda hingga Senin (1/2) mendatang.

Jaksa Ende menyebutkan, informasi yang diperolehnya, terdakwa Handawati mengalami gejala stres. Bahkan sempat pingsan. ”Khawatirnya setelah mendengar tuntutan jaksa, terdakwa justru malah lebih down kesehatannya, dan harus dirujuk ke rumah sakit, maka sidang ditunda saja,” ujar Ende kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kuasa hukum terdakwa Handawati, Herber Sihombing, mengaku, kliennya Handawati memang sedang sakit. Menurutnya, sakit yang diderita kliennya merupakan sakit lama dan sudah bawaan. Selain itu, kliennya juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi. ”Sejak pagi tadi (kemarin), klien kami (Handawati, Red) sudah mengeluh sakit. Sakitnya darah tinggi,” kata Herber.

Saat koran ini menanyakan apakah sakitnya karena stres? Herber menjawab kemungkinan bisa saja. ”Mungkin juga karena stres, tapi saya tidak tahu juga sakit pastinya. Klien kami sudah lama memiliki penyakit darah tinggi,” jawab Herber.