Yakob: Gafatar Perlu Dilawan secara Sistematis

471
LAWAN: Seminar Regional bertemakan ’Gafatar, Ancaman dan Solusinya’ diadakan Bidang Intelijen Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAWAN: Seminar Regional bertemakan ’Gafatar, Ancaman dan Solusinya’ diadakan Bidang Intelijen Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAWAN: Seminar Regional bertemakan ’Gafatar, Ancaman dan Solusinya’ diadakan Bidang Intelijen Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAWAN: Seminar Regional bertemakan ’Gafatar, Ancaman dan Solusinya’ diadakan Bidang Intelijen Kejati Jateng. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dianggap berbagai kalangan bukanlah permasalahan biasa. Karena gerakan tersebut sudah menjamur dan berkembang secara sistemtis di berbagai daerah.

Hal itu juga disampaikan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Yakob Hendrik P dalam acara Seminar Regional betemakan ’Gafatar, Ancaman dan Solusinya’, Kamis (28/1). Selain Yakob, dalam acara yang digelar di aula Imam Bardjo Lantai 4 gedung Kejati Jateng itu juga diisi oleh beberapa narasumber di antaranya, Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Jateng, Ahmadi; Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng Achmad Rofai; Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Semarang Romo Aloysius Budi Purnomo; Peneliti Balai Litbang Agama Semarang Joko Tri Haryanto; dan Dr Abu Rohmad selaku Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng.

Menurut Yakob, Gafatar perlu dilawan dengan sistematis. Ia menyatakan penanganannya harus ekstraordinari. ”Tidak bisa secara manual. Sehingga ancaman ini akan selalu ada dari berbagai pandangan,” kata Yakob disambut tepuk tangan peserta seminar.