Anggaran Pilkades Dibatasi Rp 60 Juta

570
Mukaromah Syakoer (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Mukaromah Syakoer (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Mukaromah Syakoer (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Mukaromah Syakoer (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melakukan pembatasan anggaran dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 21 Februari mendatang di Kabupaten Pekalongan. Hal ini untuk mencegah kecemburuan sosial antar desa, yang setiap desa berbeda memiliki jumlah aset atau bengkok desa.

Yakni, hanya diperbolehkan menggunakan anggaran maksimal Rp 60 juta. Anggaran tersebut diperoleh dari bantuan keuangan pemerintah daerah sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing desa, sisanya diambil dari APBDes setiap desa yang menyelenggarakan Pilkades.

Kepala Bagian Pemerintahan, Setda Kabupaten Pekalongan, M Arifin menjelaskan bahwa Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) di setiap desa ketika menyusun anggaran pelaksanaan Pilkades harus terlebih dahulu melakukan pengesahan di tingkat kecamatan. Dari tingkat kecamatan tersebut, akan dilakukan pencermatan apakah anggaran yang disusun sudah sesuai aturan, terutama soal pembatasan tersebut. Jika sudah sesuai aturan, maka akan dilakukan pengesahan pada penggunaan anggaran tersebut.