Ditemukan Dua Penderita HIV/AIDS Baru

437

Menurutnya, kedua pria tersebut, sebelumnya telah menetap lama di Jakarta, karena bekerja sebagai wirausahawan. Namun pada akhir tahun lalu, pindah ke Kabupaten Pekalongan. “Kemungkinan virus HIV/AIDS yang dibawa oleh kedua orang ini, berasal dari Jakarta. Hal itu jika dilihat dari profesinya, memang rawan terjangkit penyakit HIV/AIDS tersebut,” jelasnya.

Sudaryanto juga mengatakan hingga Desember 2015, Dinkes Kabupaten Pekalongan mencatat sebanyak 153 kasus HIV/AIDS. Dari 153 kasus, 90 orang terjangkit HIV dan 63 orang yang sudah dinyatakan AIDS, sementara 55 orang telah meninggal dunia.

Menurutnya hingga Januari 2016, ada 155 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan. Terdiri atas, 84 persen ditularkan melalui hubungan seks bebas. Selain penularan yang didominasi karena hubungan seks bebas, sebanyak 9 persen melalui Mother To Children Transmition (MTCT), 5 persen hubungan homoseksual dan 2 persen melalui narkoba.

“Angka kasus HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya, yakni 153 kasus HIV/AIDS di tahun 2015, dari sebelumnya kasus HIV/AIDS berjumlah 116 orang dari tahun 2005 hingga 2014. Sedang awal tahun 2016 saja sudah ditemukan 2 penderita HIV/AIDS baru,” imbuhnya.

Sudaryanto juga menegaskan bahwa untuk penderita HIV/AIDS golongan usia 15 hingga 44 tahun, ada sebanyak 79 persen. Lebih dari 45 tahun sebanyak 13 persen, usia 0 hingga 5 tahun sebanyak 5 persen, dan usia enam hingga 13 tahun sebanyak 3 persen.

Menurutnya, dari 153 kasus HIV/AIDS pada tahun 2015, di Kabupaten Pekalongan paling banyak diderita oleh ibu rumah tangga sebanyak 35 orang, buruh 32 orang, wiraswasta 30 orang, PSK 15 orang, belum bekerja 11 orang, nelayan 3 orang, PNS 2 orang dan mahasiswa 1 orang.

“Jumlah penderita HIV/AIDS kemungkinan akan terus meningkat, karena dari 19 kecamatan yang rencananya akan kami lakukan pengambilan sampel darah, baru 8 kecamatan yang kami lakukan,” tegas Sudaryanto.

Sementara itu, dari pihak Dinkes Kabupaten Pekalongan dalam upayanya menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS gencar memberikan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS di beberapa tempat seperti tempat prostitusi, karaoke, cafe, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya. (thd/ida)