Importir Genset ‘Sabu’ Terancam Diblokir

703
Sad Wibowo Erijanto (ISTIMEWA)
Sad Wibowo Erijanto (ISTIMEWA)
Sad Wibowo Erijanto (ISTIMEWA)
Sad Wibowo Erijanto (ISTIMEWA)

SEMARANG – Penyidik Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengakui, peralatan teknologi ekstra yang dimiliki di jalur masuk impor sekarang ini belum memadai. Alat berteknologi tersebut bahkan tak mampu mendeteksi ratusan kilogram sabu asal Tiongkok yang disembunyikan di dalam kiriman barang impor berupa genset. Petugas sempat kecolongan. Sebab, sebanyak 192 unit genset yang merupakan barang impor itu justru diketahui terdapat sabu-sabu.

Tidak main-main, masing-masing didapati sabu-sabu antara 1,7 kilogram hingga 1,9 kilogram. Totalnya diperkirakan mencapai 100 kilogram sabu. Barang-barang tersebut sempat lolos dan telah masuk di daratan Jawa Tengah. Namun beruntung, penyelundupan sabu kelas kakap ini akhirnya berhasil digerebek di sebuah gudang perusahaan mebel di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. ”Teknologi ekstra sekarang belum bisa mendeteksi itu,” kata Kepala Seksi Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan DIJ, Sad Wibowo Erijanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/1).