Importir Genset ‘Sabu’ Terancam Diblokir

707

Petugas memang nyaris dikelabui. Namun, kata dia, petugas melihat anomali-anomali kejanggalan terhadap importer tersebut. ”Sudah ada kecurigaan, petugas kami melihat sampel, ada yang janggal. Di antaranya, ini satu importer tapi ada angka-angka yang sama. Saat dibongkar ternyata tidak sesuai,” jelasnya.

Dikatakan, dalam kasus ini, penanganan pidananya dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Sedangkan Bea Cukai akan menindaklanjuti terkait sanksi administratif. ”Kami masih terus berkoordinasi dengan BNN untuk menunggu bukti-bukti dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh BNN. Nanti akan dikirimkan ke Bea Cukai sebagai dasar administratif importer,” katanya.

Wibowo menjelaskan bahwa sanksi administratif tersebut adalah berupa pemblokiran. Artinya, dua perusahaan yang diduga terlibat dalam penyelundupan sabu kelas kakap itu akan diblokir. ”Bukti-bukti sudah kuat,” katanya.

Selain itu, Wibowo memaparkan jika modus penyelundupan narkoba saat ini sudah semakin canggih. Begitu halnya dengan jalur laut. Modus yang sering digunakan para bandar dan pengedar narkoba adalah dengan mengkamuflase manifes barang yang dikirim. Kasus di Batealit, Jepara merupakan salah satu contohnya, yakni dengan menyembunyikan sabu di dalam mesin genset. Tidak hanya itu, pelaku juga membungkus sabu dengan kertas karbon, di mana alat X-ray biasa tidak akan mampu menembus atau mendeteksinya.

“Pengungkapan kemarin kami lakukan dengan analisa terhadap anomali atau kejanggalan yang ada. Ke depan diharapkan bisa mendeteksi hal tersebut dengan menggunakan alat baru. Pekan kemarin kami baru dapat satu unit alat X-ray baru dengan teknologi kelas internasional,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi adanya kasus serupa, pihak DJBC Bea Cukai Jateng-DIJ juga baru saja meresmikan Wisma Anjing Pelacak Khusus Narkotika. Wisma yang berada di daerah Lamper Semarang tersebut baru diresmikan pada Kamis (28/1) sore. Setidaknya ada empat ekor anjing pelacak beserta trainner-nya.