Importir Genset ‘Sabu’ Terancam Diblokir

707

“Ini unit milik Bea Cukai. Bisa kami gunakan di tempat-tempat yang berada di wilayah Ditjen Bea Cukai Jateng-DIJ, seperti Tanjung Emas Semarang, bandara, kantor pos, termasuk di Solo dan Jogjakarta. Begitu juga alat dengan teknologi baru itu,” katanya.

Seperti diketahui, sindikat peredaran sabu yang diungkap di Jepara berasal Pakistan dan barang dari Tiongkok. Empat orang di antaranya berperan membiayai peredaran narkoba tersebut. Pembiayaan operasional penyelundupan adalah warga Pakistan berinisial KM. Diketahui, KM juga pernah terlibat kasus tindak pidana pencucian uang, dan kejahatan narkotika dengan tersangka warga Nigeria.

Sementara tersangka NSZ, yang juga warga Pakistan, bertindak sebagai pengendali narkoba tersebut. Perusahaan Shen Zhen Yang Feng Industrial Co, Ltd yang berbasis di South Bidgluofang Road, Tiongkok diduga sebagai pemasok. Dalam pengiriman itu, diduga melibatkan Perusahaan Pengguna Jasa Kepabeanan (PPJK) PT Puri Tangguh Sejahtera yang berada di Jalan Puri Anjasmoro Blok B6 Nomor 15, Tawangmas, Semarang. Sedangkan mesin genset berisi sabu-sabu tersebut diimpor oleh CV BT yang beralamat di Perumahan Semarang Indah Blok D1 Nomor 29 Semarang.

Petugas Bea dan Cukai saat melakukan pemeriksaan di kompleks Industri Citra Blok 9 Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada 20 Januari 2016, sempat nyaris terkecoh. Namun berkat kejelian dan pengembangan, akhirnya petugas BNN dan Bea Cukai menggeledah di Jepara pada Rabu (27/1).

Saat ini, total yang ditangkap sebanyak delapan orang. Empat di antaranya warga Pakistan masing-masing berinisial F, AM, R, dan T. Sedangkan empat lainnya berinisial Y, T, K, dan D, adalah warga Jepara dan Semarang. (amu/aro/ce1)