Kadisdik Terancam Dipanggil Paksa

Dugaan Korupsi Alat Peraga SD

362

MANYARAN – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang tak kunjung mengeluarkan surat panggilan paksa terkait mangkirnya saksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono, yang diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengerjaan dan pengadaan alat praktik peraga SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal 2012. Padahal Muryono yang sempat hadir satu kali saat memberi keterangan di persidangan sudah secara langsung diperintahkan majelis hakim agar hadir kembali dalam pemeriksaan lima saksi, yakni Suwindi (Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kendal), Muin, Subur, Dahlan, dan Agung Wahono. Namun dalam sidang kemarin, baik Muryono maupun lima saksi lainnya mangkir tanpa alasan yang jelas.

Tercatat, Muryono sudah 4 kali mangkir. Rinciannya, dua kali dengan alasan resmi, dan dua kali tanpa pemberitahuan hingga menyebabkan sidang ditunda pada 2 Februari mendatang. Sedangkan lima saksi lainnya sudah 3 kali mangkir, padahal keterangan para saksi tersebut akan dikonfrontir dengan keterangan Muryono.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng, Slamet Widodo, mengatakan, semua saksi yang dihadirkan mangkir tanpa alasan. Ia juga mengakui, karena majelis hakim belum memberikan penetapan adanya pemanggilan paksa terhadap para saksi, sehingga pihaknya masih dalam batas pemanggilan surat resmi.

”Kalau memang nantinya saksi mangkir, upaya paksa bisa saja dilakukan. Untuk Muryono tidak dipanggil karena dalam persidangan sudah diperintahkan majelis hakim secara langsung ke beliau (Muryono, Red), sehingga tidak perlu kami panggil,” kata Slamet didampingi Sri Heryono usai sidang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/1).

Slamet memastikan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan hasil sidang ke penyidik Polda Jateng yang menangani perkara tersebut, yakni mengenai perkembangan siapa-siapa yang layak dijadikan tersangka.