Kuliah Tetap Nomor Satu

336
(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)

RASANYA tentu bangga bisa memiliki keahlian menari. Sebab, tidak semua orang mampu melakukannya. Inilah yang dirasakan Mustahidah, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip).

Ditemui di sela-sela aktivitasnya saat akan tampil menghibur di acara wisuda kampusnya, gadis kelahiran Pekalongan 14 Mei 1997 ini terlihat santai, seperti sudah berpengalaman.

”Saya suka menari sejak masih sekolah dasar. Kebetulan ibu saya juga pandai menari. Mungkin ini faktor keturunan,” ucapnya sambil tersenyum.

Mahasiswi semester II ini mengaku, hobi menari adalah sebuah kesenangan dan bukan semata-mata harus serius di bidang ini hingga selamanya. Fokus utamanya tetap kuliah, dan menari hanya sebatas hobi.

”Ini juga yang meminta orang tua saya. Kebetulan sebelum masuk Undip, saya diterima di jurusan seni tari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tapi ibu saya tidak mengizinkan, dan meminta saya masuk FEB Undip ini,” kenangnya.

Meski begitu, di Undip ia tetap menyalurkan hobi menarinya. Dan, berkat tari, ia kerap mendapat kepercayaan tampil di berbagai acara kampus.

”Satu lagi yang saya sukai dari menari. Secara tidak langsung, saya jadi pintar berdandan dan make up sendiri. Inilah kelebihan dalam seni tari, setiap pribadi berjiwa seni bisa melakukan apa saja,” kata penyuka tari Ngancak Balok dari Tegal ini. (gus/jpnn/aro/ce1)