Pelantikan Mirna Tunggu Paripurna Istimewa

368
Mirna Annisa (Budi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Mirna Annisa (Budi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)

KENDAL— Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono meminta agar Badan Musyarawah (Bamus) DPRD setempat untuk menjadwalkan rapat paripurna istimimewa pengesahan bupati dan wakil bupati terpilih. Hal itu menyusul persyaratan yang mewajibkan adanya risalah pengesahan kepala daerah untuk bisa dilantik oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Prapto mengatakan dirinya belum mengetahui pasti kapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih dilakukan. Sebab hingga kini DPRD Kendal masih belum mengirim persyaratan pelantikan yang telah disyaratkan oleh Kemendagri. “Waktunya belum pasti, info terakhir yang kami terima akhir Februari nanti. Tapi masih belum jelas. Hanya saja pelantikan akan dilakukan secara serentak,” ujarnya, Jumat (29/1).

Dikatakannya, jika sebenarnya pihak legislatif sudah mengirimkan berkas persyaratan pelantikan. Namun kemudian muncul surat edaran (SE) Kemendagri yang mewajibkan adanya risalah rapat paripurna istimewa penesahan bupati dan wakil bupati terpilih.

Sehingga mengharuskan DPRD Kendal harus menggelar Rapat Paripurna Istimewa penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. Saat ini, pihaknya baru meminta agar Badan Musyawarah (Bamus) untuk menjadwalkan rapat tersebut. “Kami minta secepatnya, sehingga pelantikan kepala daerah bisa segera dilaksanakan,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Sekda Kendal, Bambang Dwiyono. Ia juga belum mengetahui pasti kapan waktu pelantikan. Apakah akan dilaksanakan di Semarang atau di Istana Negara serentak bersama kepala daerah lainnya. “Kabar terakhir katanya 16 atau 25 Februari, tapi belum pasti juga. Karena pelantikan kemungkinan dilaksnakan secara serentak seluruh Indonesia sehingga masih harus menunggu surat dari Kemendagri,” kata Bambang.

Menanggapi hal tersebut, bupati terpilih, Mirna Annisa mengaku santai terhadap pelantikan. Terpenting bagi dirinya Pilkada telah usai dan bisa berlangsung dengan damai tanpa ada perselesihian. “Santai, kami ngikut saja kapan mau dilantikanya,” tandasnya.

Justu yang ia waspadai saat ini adalah munculnya oknum makelar jabatan yang mengaku-aku orang suruhannya ataupun keluarga besarnya. Namun pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar menangkap siapa saja oknum yang menjadi makelar jabatan tersebut,” katanya. (bud/zal)