Pemkab Diskiminatif, Layanan Kesehatan Tak Merata

372

UNGARAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dinilai tidak merata dalam menerapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terbukti, warga yang tinggal di wilayah pinggiran bagian selatan dan tenggara, seperti Kecamatan Kaliwungu, Susukan, Tengaran, Pabelan, Suruh serta Kecamatan Getasan harus jauh-jauh menuju ke Kota Salatiga atau Kabupaten Boyolali untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Badarudin, menyatakan bahwa Pemkab Semarang harus memberikan rasa keadilan sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat. Salah satunya adalah meratanya fasilitas kesehatan. Artinya fasilitas kesehatan yang disediakan oleh Pemkab Semarang harus dapat dirasakan seluruh masyarakat. Namun yang terjadi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintah harus menikmati layanan kesehatan dari kabupaten/kota lain. Karena jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Semarang.

“Jangan ada kesan diskriminatif, hanya masyarakat yang dekat dengan pusat pemerintahan saja yang dapat menikmati fasilitas kesehatan milik Pemkab seperti RSUD. Masyarakat yang ada di wilayah bagian selatan dan tenggara Kabupaten Semarang juga harus mendapat fasilitas yang sama,” tuturnya, Jumat (29/1) kemarin.

Badarudin menilai Pemkab Semarang belum maksimal dalam melayani kesehatan masyarakat di daerah selatan. Padahal, dulu warga dijanjikan akan dibangunkan RSUD tipe D di Tengaran. Tapi hanya dibuatkan Puskesmas rawat inap saja. “Rumah sakit dan puskesmas itu kan berbeda, baik fasilitas peralatan dan layanannya,” ungkap politisi PKB yang tinggal di Kecamatan Suruh ini.

Menurut Badarudin, kendati sudah ada Puskesmas rawat inap, namun warga tetap harus keluar wilayah Kabupaten Semarang untuk mendapatkan fasilitas lebih. Misalnya dalam keadaan darurat membutuhkan perawatan ekstra. Sebab di Puskesmas Tengaran tersebut tidak memiliki ruang ICU dan dokter spesialis. “Kalau rumah sakit itu ada ruang ICU dan minimal dipantau empat dokter spesialis. Kalau Puskesmas tentu tidak selengkap rumah sakit,” katanya.