Warga Miskin Mencapai 7,8 Persen

675
WARGA MISKIN : Yateman dan istrinya Suntari warga Dusun Dolog, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, tinggal di rumah bambu bercampur dengan ayam peliharaannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WARGA MISKIN : Yateman dan istrinya Suntari warga Dusun Dolog, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, tinggal di rumah bambu bercampur dengan ayam peliharaannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WARGA MISKIN : Yateman dan istrinya Suntari warga Dusun Dolog, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, tinggal di rumah bambu bercampur dengan ayam peliharaannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WARGA MISKIN : Yateman dan istrinya Suntari warga Dusun Dolog, Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, tinggal di rumah bambu bercampur dengan ayam peliharaannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BRINGIN-Warga miskin di Kabupaten Semarang di tahun 2016 ini, sesuai data Badan Pusat Statisitk mencapai 7,8 persen atau hampir 1 juta jiwa dari jumlah penduduk. Warga miskin terbanyak ini berada di pelosok desa yang jarang tersentuh proyek pembangunan oleh Pemkab Semarang.

“Angka kemiskinan di sini 7,8 persen dari total jumlah penduduk. Itu artinya sudah membaik atau jumlah warga miskin berkurang karena sebelumnya di tahun 2014 mencapai 8,4 persen,” tutur Penjabat (Pj) Bupati Semarang, Sujarwanto Dwiatmoko.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Kecamatan Bringin, tepatnya di Desa Sendang, tercatat masih ada ratusan warga miskin yang hidup di rumah-rumah tak layak huni. Warga yang kebanyakan bermata pencaharian petani dan buruh tani itu hidup di rumah kayu atau bambu dengan lantai tanah. Mereka tinggal di rumah tak layak huni bercampur dengan ternak peliharaannya.