Berantas Jentik Cegah Virus Zika

371

SEMARANG – Virus zika yang baru merebak belakangan ini sempat membuat khawatir warga Jawa Tengah. Sebab, virus yang kabarnya hanya hidup di Benua Afrika ini mulai invasi ke Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada. Dijelaskannya, penularan virus zika tidak jauh beda dari virus demam berdarah. Biasanya dibawa nyamuk aedes aegypti. Jadi untuk menanggulanginya, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan 3M.

”Yang bisa menanggulangi adalah masyarakat sendiri. Memastikan lingkungan masing-masing, dari rumah, sekolah, hingga kantor, tidak ada jentik nyamuk. Kalau istilah kami Angka Bebas Jentik (ABJ)-nya 100 persen,” ucapnya.

Dari pihak pemerintah sendiri, sejak beberapa tahun belakangan sudah menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Gerakan itu dilakukan serentak di seluruh Jateng karena masuk dalam salah satu surat dari gubernur yang disebarkan ke seluruh kabupaten/kota.

Dijelaskan Yulianto, gerakan itu sebenarnya untuk mengantisipasi merebaknya virus demam berdarah, malaria, dan chikungunya. ”Tapi secara tidak langsung, juga menekan risiko munculnya virus baru yang muncul dari sektor sama, yaitu nyamuk,” tegasnya.

Meski ada beberapa riset mengatakan ada kemungkinan penyebaran virus zika di luar media nyamuk, Yulianto belum bisa memastikannya. Saat ini, Dinkes Jateng telah melakukan riset lanjutan mengenai virus zika.

”Kami juga belum tahu benar mengenai gejala infeksi virus zika. Soalnya memang belum pernah ada kasus ini di Jawa Tengah. Yang pasti, kami akan terus meneliti virus baru ini untuk memangkas risikonya,” pungkasnya. (amh/ric/ce1)