Dilaksanakan di Lima Stadion

358

PERTANDINGAN Pra-PON sepak bola sudah hampir pasti siap digelar 20-30 Maret di Bandung, Jawa Barat. Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat ditunjuk sebagai panitia pelaksanana.

Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat, Duddy S. Sutandy memastikan masalah yang terkait dengan babak kualifikasi PON XIX/2016 sudah tuntas. Selama ini, Jabar yang ditunjuk sebagai pihak pelaksana babak kualifikasi pada cabang olahraga sepak bola mengalami kendala terutama dari segi anggaran. Setidaknya, Rp 12 miliar harus dikeluarkan mengingat jumlah peserta mencapai 22 tim peserta.

Dari hasil pertemuannya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta beberapa waktu lalu, akhirnya menemui kata sepakat. Sebesar 20 persen anggaran akan ditangani pemerintah provinsi Jawa Barat atau Pengurus Besar (PB) PON XIX/2016 dari mulai penyediaan stadion dan kelengkapan lainnya. Sedangkan 80 persen sisanya menjadi tanggung jawab Kemenpora yang terdiri dari biaya akomodasi, konsumsi hingga tiket pesawat untuk para peserta.

Dari kabar yang beredar, Kementrian Pemuda dan Olahraga juga telah merilis format baru. Dalam format tersebut tertuang ada 22 tim yang nantinya bakal tergabung menjadi enam grup. Grup A dihuni oleh Banten, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta. Grup B dihuni Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.

Grup C dihuni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara. Grup D dihuni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat. Grup E dihuni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Grup F dihuni Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Nantinya keenam grup ini akan menggunakan lima stadion untuk menggelar Pra-PON. Kelima stadion ini di antaranya Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Stadion Galuh Ciamis, Stadion Wibawa Mukti, Stadion Siliwangi Bandung dan Stadion Pakansari Cibinong. (smu)