Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

461
CINTA LINGKUNGAN: Perwira Potensi Maritim Lanal Semarang, Mayor Laut Marine Ekawati menyerahkan bibit pohon kepada calon Wakil Wali Kota Semarang terpilih Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu sebelum penanaman di pinggir Kali Babon, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CINTA LINGKUNGAN: Perwira Potensi Maritim Lanal Semarang, Mayor Laut Marine Ekawati menyerahkan bibit pohon kepada calon Wakil Wali Kota Semarang terpilih Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu sebelum penanaman di pinggir Kali Babon, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CINTA LINGKUNGAN: Perwira Potensi Maritim Lanal Semarang, Mayor Laut Marine Ekawati menyerahkan bibit pohon kepada calon Wakil Wali Kota Semarang terpilih Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu sebelum penanaman di pinggir Kali Babon, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
CINTA LINGKUNGAN: Perwira Potensi Maritim Lanal Semarang, Mayor Laut Marine Ekawati menyerahkan bibit pohon kepada calon Wakil Wali Kota Semarang terpilih Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu sebelum penanaman di pinggir Kali Babon, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Calon Wakil Wali Kota Semarang terpilih Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif. Menurutnya, masyarakat akan memperoleh nilai tambah jika lahan yang menganggur ditanami berbagai tanaman produktif.

”Saya melihat di wilayah ini banyak lahan tidur yang sebenarnya bisa menjadi lahan produktif,” ujarnya di sela penanaman 600 bibit mahoni dan 100 bibit sengon laut di Kelurahan Karangroto, Genuk, Minggu (31/1). Pihaknya sudah merencanakan program untuk menjadikan lahan yang ada menjadi produktif. Wanita yang akrab disapa Mbak Ita ini mengatakan lahan tidur bisa ditanami tanaman buah maupun sayur-mayur, sehingga warga tidak perlu membeli.

Selain itu, juga bisa dijadikan apotek hidup dengan ditanami sejumlah tanaman herbal. Dia berharap pemanfaatan lahan tidur bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi bahaya penyakit. ”Yang tidak kalah penting, walaupun Semarang ini kota metropolitan, wilayahnya tetap ijo royo-royo,” katanya.