Gubernur Gandeng UNESCO

336

PEMERINTAH sedang berupaya mempertahankan originalitas peninggalan era penjajahan Belanda. Dengan hendak mengemasnya menjadi museum akbar yang bisa menceritakan sejarah peradaban wong Londo selama 350 tahun di Indonesia. Harapannya, wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama orang-orang Belanda tertarik untuk berkunjung.

Tingginya nilai sejarah itulah yang coba dimanfaatkan untuk mengantarkan Kota Lama sebagai destinasi wisata dunia. Sebagaimana yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto pada perayaan tahun baru 2016 lalu di titik nol kilometer.

Gubernur Ganjar memastikan, proyek tersebut tidak asal wacana. Bahkan, gubernur berencana membicarakan rencana besar tersebut dengan pihak United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) hingga goal. Dengan begitu, Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan menjadi salah satu nama yang akan selalu di-list dalam agenda wajib para pelancong dunia. ”Kota Lama adalah tempat yang langka. Kita harus beryukur, Jawa Tengah punya kawasan seperti ini. Bisa dijual berkelas dunia,” tegasnya.

Ganjar mengakui, perjuangan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Masyarakat pun diharapkan turut mengambil porsi dalam proyek ini. ”Masyarakat bisa membantunya dengan ikut merawat Kota Lama. Tidak usah muluk-muluk. Mulai dari menjaga kebersihan dulu. Membuang sampah pada tempatnya,” ucapnya.

Beberapa komunitas juga diimbau menghidupkan kawasan Kota Lama dengan kegiatan berbumbu ide-ide unik. Menggelar acara-acara melibatkan massa dengan konsep segar. Diakui, banyak gelaran yang bisa digeber di sana. Dari musik, fotografi, gambar, lukis, klitikan, bahkan olahraga.

Pemerintah pun telah menggodok beberapa kegiatan yang bisa dihelat rutin. Paing tidak seminggu sekali untuk mengangkat rohnya Kota Lama. Sementara ini, rangkaian kegiatan itu akan melibatkan pelajar dan seniman. ”Dari kacamata mereka, pasti punya sense mengeksplorasi titik-titik tertentu yang bisa diangkat,” jelas gubernur.

Mengenai fasilitas penunjang, kata Ganjar, masih dalam penggodokan. Kini, pihaknya tengah fokus mencari akses penuh di setiap sudut Kota Lama. Dia mengaku sempat duduk bareng Menteri BUMN Rini Soemarno dan puluhan petinggi BUMN lain membahas penataan wilayah tersebut.