Harta Benda Sudah Ludes Dijarah, Meski Bubar Tetap Ingin Kumpul

517

Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro mengatakan, penjemputan warga eks Gafatar tersebut dilakukan sebagai tugas pemerintah daerah dalam misi kemanusiaan untuk menyelamatkan jiwa mereka. “Yang penting adalah menyelamatkan jiwanya. Ini sebagai bentuk jaminan dari pemerintah untuk memberikan perlindungan. Sebab, saat masih di Kalbar, jiwa mereka terancam,” katanya.

Dalam kesempatan itu, salah seorang warga eks Gafatar yang dijemput, Masrinah mengadukan persoalan harta bendanya yang ludes dijarah saat masih di Kalbar. Bahkan, ladangnya tempat menanam padi juga habis dan belum sempat dipanen lantaran keburu ada pemulangan tersebut. “Sampai sekarang ini kita tidak tahu mengapa pemerintah memulangkan kami. Padahal, kami disana sudah punya tanah untuk bercocok tanam. Kita juga belum panen tapi sudah dipulangkan. Ini yang membuat kami kecewa,”ujar Masrinah sembari menangis.

Menurutnya, selama ini ia tinggal di Kota Ketapang dan cukup jauh dari kamp Gafatar di Mempawah. “Kita disana membuka lahan pertanian, beternak bebek, kambing dan lainnya. Sebelumnya, untuk kesana saya juga biaya sendiri. Apa yang saya punya didaerah saya jual,”kata dia.

Sementara itu, di Kendal, dua keluarga yang terdiri dari enam orang asal Kendal telah dipulangkan dari Kalimantan. Dua keluarga tersebut telah diantar ke kampung halamannya oleh Badan Kesbangpol Kendal dan dipastikan diterima oleh warga tempat mereka tinggal.

Satu keluarga merupakan pasangan suami istri (Pasutri) asal Dusun Ngrandu RT 2 RW 3 Desa Sebaran Parakan Kecamatan Pageruyung. Yakni yakni Mufid dan Eka Agustina warga. Sedangkan satu keluarga lainnya yakni asal Desa Korowelang Anyar RT 1 RW 2 Kecamatan Cepiring yakni Paskur dan Juniarti beserta kedua anaknya bernama Elangga Wira Kurnia dan Anggi Anggelina Kurnia.