Harta Benda Sudah Ludes Dijarah, Meski Bubar Tetap Ingin Kumpul

517

Sementara Paskur menceritakan jika dia dan keluarganya baru satu setengah bulan pindah ke Kalimantan. Di Kalimantan, ia mengaku bekerja bercocok tanam dengan dibantu istri dan anaknya. “Selama di Kalimantan yang senang-senang aja bersama teman-teman Gafatar lainnya,” kata Paskur tanpa menyebutkan alasan kapan dia sekeluarga sampai tertarik dan bergabung dengan Gafatar.

Paskur mengaku bergabung dengan Gafatar sejak tahun 2011 ketika tinggal di Batam. Ia mengaku mengetahui jika Gafatar sudah dilarang dan dibubarkan. Tapi tetap ingin bergabung dan hidup bersama kelompok Gafatar. Akhirnya ia diajak pindah ke Kalimantan di perkampungann Gafatar. Begitu pula dengan Elangga Wira Kurnia, putra Paskur, yang masih kelas 2 SMP. Dia merasa senang tinggal di Kalimantan, walaupun harus keluar dari sekolah dan ikut membantu orang tua bekerja bercocok tanam. “Senang, di Kalimantan karena bisa bekerja bercocok tanam,” tandasnya. (hib/bud/zal)