Usul Kembangkan Tlogo Resort

468

SEMARANG – Molornya pengembangan Wana Wisata Penggaron menjadi Jateng Park hingga jabatan tiga gubernur dikarenakan masalah administratif. Hal itu dikatakan anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Didik Hardiana Prasetyo.

Dijelaskan Didik, hingga saat ini masih banyak hal yang menyangkut administrasi sehingga pengembangan destinasi wisata baru itu belum dapat terwujud. ”Saat ini payung hukumnya masih diurus, business plan juga belum ada dan amdal juga belum ada,” katanya, Senin (1/2).

Menurutnya dikarenakan tahapan yang masih panjang, sembari mengurus administrasi pemerintah seharusnya secara pararel mengembangkan kawasan Tlogo Resort. Kawasan Tlogo Resort yang dikelola Perusda Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT), juga memiliki lahan luas dan berpotensi untuk dikembangkan.

Ada 400 hektare yang dimiliki kawasan Tlogo Resort, jika diambil 10 persen saja untuk kawasan wisata baru, sudah sangat besar. ”Di sana juga ada air, luas lahan, akses dari jalan tol juga tidak terlalu jauh,” tuturnya.

Jalan yang mengarah Tlogo Resort juga mengarah ke Solo, Boyolali, Sragen dan Jawa Timur. Sehingga pemprov dapat mengajak pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan infrastruktur jalan di daerah tersebut.

Selain mempunyai keunggulan yang hampir sama dengan kawasan Wana Wisata Penggaron, kawasan Tlogo Resort tanahnya dimiliki oleh pemprov dan dikelola Perusda CMJT.

Untuk persoalan perizinan dan menggandeng pihak ketiga menurutnya tidak sesulit dibandingkan kawasan Wana Wisata Penggaron yang dikelola Perum Perhutani. Selain itu, pemprov juga dapat membuat sebuah studi untuk kawasan Tlogo sembari menunggu perizinan pengembangan Wana Wisata Penggaron turun. ”Jawa Tengah ini membutuhkan ikon wisata baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” jelas politisi PDIP itu. (ewb/ric/ce1)