Dipulangkan, Eks Gafatar Kecewa

374
PULANG : Tampak beberapa warga eks Gafatar yang tiba di kantor Kesbangpolinmas dari penampungan di Semarang untuk dipulangkan ke rumah masing-masing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PULANG : Tampak beberapa warga eks Gafatar yang tiba di kantor Kesbangpolinmas dari penampungan di Semarang untuk dipulangkan ke rumah masing-masing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PULANG : Tampak beberapa warga eks Gafatar yang tiba di kantor Kesbangpolinmas dari penampungan di Semarang untuk dipulangkan ke rumah masing-masing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PULANG : Tampak beberapa warga eks Gafatar yang tiba di kantor Kesbangpolinmas dari penampungan di Semarang untuk dipulangkan ke rumah masing-masing. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Sebanyak 7 jiwa dari dua keluarga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang terdaftar atas penduduk Kota Pekalongan, Minggu malam (31/1), dipulangkan dari penampungan di Semarang. Namun mereka mengaku kecewa, dengan kepulangan tersebut. Karena merasa, sudah hidup enak di Kalimantan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga, Nurbaiti, 45, istri dari Dulrokhim, 34. Warga Sampangan gang 5 RT 2/09 Pekalongan Timur Kota Pekalongan tersebut mengungkapkan, hidupnya di Kalimantan Barat sudah enak. Bahkan karena dipulangkan, harta bendanya di Kalimantan sebagian dijual murah dan ditinggal.”Kami sudah hidup senang disana, punya usaha toko kelontong. Kalau disini nanti saya kerja apa,” sesalnya.

Nurbaiti, pergi ke Kalimantan mengakui baru sebulan, dengan mengajak putrinya Destiah Jahratusita, 8, dan Syakira putri seorang balita baru 2,5 bulan.

Hal yang sama, diungkapkan Nurohmat, 54, warga yang sebelumnya tinggal di Jalan Husni Tamrin Gang Rukun RT 3/7 Kelurahan Tegalrejo, kini jadi Pringrejo. Dirinya mengaku sudah meninggalkan Pekalongan sejak 2011, mengajak istrinya Kasturi dan Humairoh,17. “Saya sudah hidup nyaman disana, karena sudah bertani dan hampir panen. Tapi ini disuruh pulang, saya juga bingung sekarang,” serunya.