Makin Populer dan Digemari

732
MEMASYARAKAT: Para siswa sekolah panahan SAS dalam acara peluncuran klub tersebut Minggu (31/1) pagi di Jatidiri, Semarang. (IST)
MEMASYARAKAT: Para siswa sekolah panahan SAS dalam acara peluncuran klub tersebut Minggu (31/1) pagi di Jatidiri, Semarang. (IST)
MEMASYARAKAT: Para siswa sekolah panahan SAS dalam acara peluncuran klub tersebut Minggu (31/1) pagi di Jatidiri, Semarang. (IST)
MEMASYARAKAT: Para siswa sekolah panahan SAS dalam acara peluncuran klub tersebut Minggu (31/1) pagi di Jatidiri, Semarang. (IST)

SEMARANG – Olahraga panahan makin populer dan memasyarakat. Di Semarang, anak-anak seusia SD banyak yang berminat menekuni olahraga ini. Bahkan klub panahan mulai bermunculan. Terakhir, klub panahan Semarang Archery School (SAS) resmi diluncurkan di Kompleks GOR Manunggal Jati Kota Semarang, Minggu (31/1) pagi.

Ketua Harian Perpani Jateng, Mugiyo Hartono berharap, proses pembinaan termasuk melalui klub seperti SAS bisa berjalan secara berkesinambungan dan tentunya mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk orang tua.

“Karena prestasi itu tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi melalui perjuangan panjang. Dan kalau sudah bicara prestasi, jangan hanya memiliki target prestasi lokal atau dalam negeri, tetapi juga internasional. Semua ada tahapannya, jangan sampai memberi beban berlebih kepada anak-anak,” katanya.

Sementara ketua SAS, Imam Sarjono didampingi pelatih, Yudhi Arief Fianto menjelaskan, kini klubnya memiliki 84 anggota dengan tempat latihan di GOR Manunggal Jati. Adapun jadwal latihan digelar hari Rabu sampai Minggu.”Kami siap melatih mereka agar meraih prestasi maksimal,” katanya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, olahraga panahan tak sekadar sebagai ajang mencari prestasi, tetapi juga menjadi media terapi psikologis bagi anak-anak. Terutama, bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Sudah banyak orang tua yang mengikutsertakan anak-anak mereka dalam olahraga panahan. Motivasi mereka agar anak-anak mereka bisa lebih konsentrasi, fokus, dan tenang dalam belajar,” pungkasnya. (bas/smu)