Tingkat Kesadaran Siswa dalam Berkendara Rendah

659
TAAT LALIN: Seorang siswa SMK Walisongo tengah melakoni ujian berkendara dengan baik di sekolahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAAT LALIN: Seorang siswa SMK Walisongo tengah melakoni ujian berkendara dengan baik di sekolahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAAT LALIN: Seorang siswa SMK Walisongo tengah melakoni ujian berkendara dengan baik di sekolahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAAT LALIN: Seorang siswa SMK Walisongo tengah melakoni ujian berkendara dengan baik di sekolahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kesadaran siswa dalam memperhtikan keselamatan berkendara masih rendah. Guna menumbuhkan kesadaran tersebut, pihak SMK Walisongo Semarang menggelar sosialisasi berkendara dengan aman (safety riding).

Sebanyak 100 siswa dari kelas 10 dibekali dengan kemampuan berkendara dengan baik untuk meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dalam berkendara. Pembekalan tersebut melalui praktik metode safety riding.

Pada praktik tersebut, siswa diminta untuk berkendara dan melintasi jalur yang sudah disediakan oleh sekolah. Jalur tersebut juga dilengkapi dengan berbagai rintangan seperti miniatur polisi tidur dan miniatur jembatan yang memiliki lebar 15 sentimeter dan panjang 6 meter. ”Siswa harus melewati rintangan tersebut dan tidak boleh terjatuh,” kata salah satu panitia yang juga merupakan guru Mapel Produktif SMK Walisongo, Al Ichsan, Selasa (2/2). Jika siswa jatuh akan diminta untuk mengulang dari awal.