AJT Kembali Gerakkan Kegiatan Sosial

393
BANTU SESAMA: Sekretaris Umum AJT Dwi Saputro usai memberikan bantuan korban longsor di Ngaliyan Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU SESAMA: Sekretaris Umum AJT Dwi Saputro usai memberikan bantuan korban longsor di Ngaliyan Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU SESAMA: Sekretaris Umum AJT Dwi Saputro usai memberikan bantuan korban longsor di Ngaliyan Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU SESAMA: Sekretaris Umum AJT Dwi Saputro usai memberikan bantuan korban longsor di Ngaliyan Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

NGALIYAN – Organisasi tanpa bentuk yang dinamakan Andalan Jeli Tangguh (AJT) kembali gerakkan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan 5 warga korban bencana longsor yang menimpa sejumlah warga di RT 01/ RW 12 Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada Sabtu (30/1) kemarin. Lima warga tersebut di antaranya, Muhammad Baidowi, Muhtamam, Samto, Sunarto, dan Parman. Bantuan yang diberikan berupa 12 karung beras dan uang sebesar Rp 9 juta.

”Kami merasa perlu turut andil sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian. Bencana longsor ini harusnya menjadi perhatian yang serius bagi anggota dewan dan jajaran terkait untuk bahu-membahu melakukan hal yang baik bagi sesama,” kata Sekretaris Umum AJT, Dwi Saputro kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (2/2).

Dwi juga menambahkan bahwa hal ini perlu diwaspadai bagi seluruh masyarakat Semarang mengingat kejadian semacam itu dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Ia juga mengaku begitu mendengar ada warga yang terkena longsor, pihaknya langsung berkoordinasi dengan AJT yang ada di Kecamatan Ngaliyan. ”Bantuan kami cuma 12 karung beras dan uang senilai Rp 9 juta. Kami harap jangan dilihat dari nilainya melainkan ketulusan kami,” ujar Dwi.