Antisipasi Kecurangan, 24 SPBU Ditakar Ulang

440

KENDAL—Mengantispasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nakal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kendal bersama Balai Metrologi Semarang melakukan pengujian takaran bahan bakar minyak (BBM). Sebanyak 24 SPBU diuji untuk menjaga dan memastikan takaran BBM di SPBU normal dan tepat.

Selain memeriksa takaran BBM di 24 SPBU, juga turut diperiksa dalam inspeksi mendadak tersebut timbangan milik sejumlah pedagang di pasar-pasar tradisional di Kendal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindak kecurangan yang akan dilakukan oleh pedagang atau pemilik SPBU.

Kabid Perdagangan Disperindag Kendal, Antin K Wijayanti, mengatakan, tera ulang ini perlu dilakukan secara berkala. Tahun ini tera ulang sudah dilakukan sejak awal Januari dan akan berakhir hingga Maret mendatang.“Tera ulang ini, bagi para pedagang dan pengusaha bisa mengetahui keakuratan timbangan yang dimilikinya sehingga tidak merugikan masyarakat pembeli. Sedanghkan uji takaran BBM di SPBU bertujuan untuk menjaga supaya takaran BBM berfungsi normal,” ujarnya Selasa (2/2).

Tindakan uji takaran dan tera ulang timbangan ini untuk antisipasi adanya tindak kecurangan. Baik yang akan dilakukan pedagang maupun pemilik SPBU. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan kepastian berat dan takaran sesuai dengan yang dibayarnya.

Tahap pertama, tera ulang untuk timbangan dimulai tanggal 11-29 Januari. Rencananya 1-22 Februari ini tera ulang timbangan dilakuan di Pasar Desa Kaliayu, Cepiring, dan Pasar Cepiring, Pasar Desa Pidodo Kulon, Patebon; Pasar Ngampel, Pasar Desa Truko dan Pasar Kangkung, Kecamatan Kangkung. Selain itu Pasar Pegandon, Pasar Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon; Pasar Kendal, Kecamatan Kendal Kota dan Pasar Desa Galih, Kecamatan Gemuh.