Dari Watu Lumpang hingga Bumbu Gulai Bustaman

Menelusuri Pusaka Rakyat di Purwodinatan, Semarang Tengah

461
PUSAKA RAKYAT: Peserta Tilik Kampung menelusuri vernacular heritage di Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUSAKA RAKYAT: Peserta Tilik Kampung menelusuri vernacular heritage di Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUSAKA RAKYAT: Peserta Tilik Kampung menelusuri vernacular heritage di Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUSAKA RAKYAT: Peserta Tilik Kampung menelusuri vernacular heritage di Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tak sebatas isu lingkungan, para pegiat yang tergabung dalam Komunitas Peka Kota kini juga mulai mencermati dan berupaya melestarikan pusaka rakyat (vernacular heritage). Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SEBANYAK 40 peserta dari 9 kota yang terlibat dalam jaringan Urbanisme Warga, belum lama ini menelusuri Kelurahan Puwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah. Dalam kegiatan bertajuk ’Tilik Kampung’ yang diprakarsai oleh Komunitas Peka Kota itu, para peserta diajak menyisir kampung dari satu tempat ke tempat lain dan dikenalkan kekayaan setempat. Mulai dari Watu Lumpang, Makam Kiai Taman, Sumur Bustaman, rumah dan musala keturunan Tasripin, bumbu gulai khas Bustaman dan lain-lain.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang tergolong baru ini. Reza Adhiatma, misalnya. Ia menilai Pusaka Rakyat tidak kalah penting dengan warisan budaya lainnya. Menurut peserta yang juga pegiat dari Kampoeng Bogor ini, melalui pusaka rakyat, maka kepemilikan bersama itu terbentuk dan memengaruhi identitas kampung atau kawasan tertentu. ”Situs-situs ini penting untuk masyarakat setempat, karena menjadikan mereka lebih solid dengan adanya ikatan bersama melalui kisah maupun artefak,”katanya.