Dua Jembatan Dibongar, Pantura Macet 5 Kilometer

671

Minimnya rambu lalu lintas dan tidak adanya petugas lalu lintas yang mengatur kendaraan dari arah barat ke timur, membuat beberapa kendaraan angkutan umum, nekad menerobos jalur yang berlawanan, meski berisiko tabrakan.

“Macetnya panjang lebih dari satu jam, terpaksa nekad. Daripada bensin habis di jalan tak dapat penumpang,” ungkap Sakib, 34, sopir bus angkutan umum Moga Pekalongan, Selasa sore (2/2) kemarin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Bina Marga wilayah Tegal, Pemalang dan Pekalongan, Yafoor, mengungkapkan bahwa pembongkaran Jembatan Sipait B, mulai dilakukan awal Februari ini. Sehingga semua kendaraan berat dan bus AKAP dialihkan ke Jembatan Sipait A yang ada di sebelah Jembatan Sipait B yang sedang dibongkar.

Menurutnya, untuk menghindari adanya kemacetan dari dua arah, pihaknya membangun jembatan darurat yang ada di sebelah utara Jembatan Sipait B. Namun jembatan tersebut hanya digunakan dari arah Jakarta menuju Semarang, atau dari arah barat dan timur.

“Jembatan darurat ini hanya digunakan untuk sepeda motor dan kendaraan mobil pribadi, untuk mengurangi kemacetan dari arah Jakarta menuju Semarang,” ungkap Yafoor.

Yafoor juga mengatakan dibongkarnya Jembatan Sipait B, karena kondisinya sudah rapuh dan tidak layak untuk dilalui kendaraan berat untuk jalur pantura. Sehingga perlu dibangun jembatan baru dengan menggunakan baja dan beton.

Menurutnya pembangunan Jembatan Sipait B baru tersebut, akan menelan anggaran Rp 2,6 miliar. Pembangunanya mulai Agustus 2015 lalu dan akan selesai pada April 2016 mendatang.

“Targetnya sebelum Lebaran 2016 ini, jembatan baru sudah bisa dilewati, meskipun belum 100 persen. Tapi dipastikan jembatan sudah siap, supaya arus lebaran tidak terkendala di Jembatan Sipait,” kata Yafoor. (thd/ida)