Eks Anggota Gafatar Ingin Kembali Lagi ke Kalimantan

353
LEPAS RINDU: Masrinah disambut haru keluarganya. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LEPAS RINDU: Masrinah disambut haru keluarganya. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LEPAS RINDU: Masrinah disambut haru keluarganya. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LEPAS RINDU: Masrinah disambut haru keluarganya. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

KEMBALINYA tiga warga Demak eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) beberapa hari lalu masih menyisakan cerita. Fitrotun, 23, warga Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung dan suaminnya Herwin Setiadi, 25, warga Sendangguwo, Tembalang, Kota Semarang, yang sebelumnya ikut dipulangkan bersama temannya, Masrinah, 27, warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung ke Demak tidak hanya ingin mengembangkan pertanian di Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, Fitrotun sebelumnya juga telah menyiapkan diri untuk menjadi guru SD di daerah perantauan tersebut.

“Saya ingin menjadi guru. Tapi, belum sempat mengajar sudah dipulangkan pemerintah. Di sana banyak isu-isu yang tidak jelas sehingga kami akhirnya ikut pulang,” katanya saat ditemui di Kantor Kecamatan Sayung.

Bahkan, Fitroun mengaku belum sempat bergabung Gafatar. “Sudah kenal Gafatar tapi belum menjadi anggota karena belum punya kartu anggota,” kilahnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun, saat masih di Demak dulu, Fitrotun tinggal bersama orang tua angkatnya, yakni Joko Supanto, 57, warga Desa Sidogemah. Ia sebetulnya asli dari Kendal. Dalam perkembangannya, Fitrotun diketahui meninggalkan rumah dan bapak angkatnya di Demak tersebut.