Gugatan Pemkot Dianggap Salah Alamat

568
Kuasa Hukum DAK, Soewidji (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kuasa Hukum DAK, Soewidji (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kuasa Hukum DAK, Soewidji (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kuasa Hukum DAK, Soewidji (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Sidang gugatan Pemkot Semarang jilid II melawan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) cabang Pandanaran Kota Semarang dan mantan personal banker pada BTPN, Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) yang diagendakan berlangsung, Selasa (2/2) di Pengadilan Negeri (PN) Semarang akhirnya ditunda setelah menunggu sekitar 5 jam lamanya dari pukul 9.00-14.00.

Penundaan tersebut karena para pihak tidak lengkap yakni tergugat I atau intansi BTPN atas perkara gugatan hilangnya dana Kas Daerah (Kasda) milik Pemkot Semarang senilai Rp 22,7 miliar di BTPN. Oleh majelis hakim yang dipimpin, Nur Ali kemudian menunda sidang hingga 9 Februari 2016 pekan depan. ”Karena BTPN atau kuasanya tidak hadir, maka itu sidang ditunda satu minggu,” kata hakim Nur Ali sembari menutup sidang.

Padahal dalam sidang yang seharusnya beragendakan penunjukan hakim mediasi tersebut dua kuasa hukum tergugat II DAK, Soewidji dan Ahmad Hadi Prayitno sudah datang dari pukul 9.00, demikian pula kuasa hukum penggugat (Pemkot Semarang), Arif Sahudi, Sigit N Sudibyanto, Tedjo Kristanto dan Sapto Dumadi Ragil Raharjo dari kantor advokat Boyamin Saiman Law Firm.