Kejar Target Swasembada Gula

346

SEMARANG – Target pemprov agar Jawa Tengah bisa swasembada gula terus digenjot. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, sinergi masing-masing instansi terkait perlu dilakukan.

”Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, dan juga PTPN untuk rembukan bersama membuat rencana aksi,” katanya saat menerima audiensi PTPN XI di ruang VIP Bandara Ahmad Yani, kemarin.

Hal itu dapat dimulai dari pemetaan tanah guna penambahan luasan lahan hingga reaktivasi pabrik gula. Selain itu, pemerintah akan mendorong dengan memberikan bantuan seperti bantuan bibit unggul, pupuk bersubsidi, hingga pendampingan penyuluh untuk menjaga kualitas rendemen.

PTPN juga diminta membuat komitmen jaminan pembelian tebu petani. Selain untuk menjaga penyerapan hasil panen, hal tersebut juga untuk meningkatkan kesejahteraan buruh tani.

Ganjar menegaskan, jika nantinya sejumlah pabrik gula (PG) di Jawa Tengah yang selama ini mangkrak kembali dioperasikan. Diharapkan para pengelola menerapkan manajemen yang modern. Tentunya, mereka harus bisa menjamin pembelian tebu petani. ”Saya inginnya melihat petani jual tebu itu keluar dari pabrik turun dari truk dengan wajah semringah, bergembira pulang bawa duit buat keluarga,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN XI, Dolly P Pulungan menjelaskan saat ini pihaknya siap membantu aktivasi sejumlah pabrik gula di Jateng yang sudah tidak beroperasi. Setidaknya ada empat PG di PTPN IX yang akan direaktivasi, bekerja sama dengan PTPN XI.

”Anggarannya sekitar Rp 300 miliar untuk menghidupkan kembali empat PG di PTPN IX,” katanya. Untuk langkah awal pihaknya akan melakukan 60 persen modernisasi pabrik dan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap.

Selain itu, PTPN XI juga berencana menambah luasan lahan tebu sekitar 35 hingga 40 ribu hektare. Juga menambah fasilitas electrified di setiap pabrik dengan sistem independent power plant (IPP) yang menggunakan bahan bakar dari ampas pengolahan tebu.

”Listrik yang dihasilkan mencapai 10 mega watt dan bisa kita jual ke PLN,” tuturnya. Pihaknya menargetkan dalam jangka waktu tiga tahun, semua PG yang kembali beroperasi dapat terus berkembang. (ewb/ric/ce1)