Panahan Jateng Mulai Berbenah

1112
BIDIK PRESTASI: Para atlet panahan Pelatda dan PPLP Jateng saat berlatih di Jatidiri, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIDIK PRESTASI: Para atlet panahan Pelatda dan PPLP Jateng saat berlatih di Jatidiri, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIDIK PRESTASI: Para atlet panahan Pelatda dan PPLP Jateng saat berlatih di Jatidiri, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIDIK PRESTASI: Para atlet panahan Pelatda dan PPLP Jateng saat berlatih di Jatidiri, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Persatuan Panah Indonesia (Perpani) Jawa Tengah saat ini tengah menggodok 35 atlet di pelatda. Mereka selanjutnya akan disaring menjadi 17 terpilih sebagai atlet yang maju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.

“Bulan Januari-April menjadi masa seleksi untuk diperas dan 1 Mei, kita akan mendapatkan 17 atlet by name,” kata Ketua Harian Perpani Jawa Tengah Mugiyo Hartono, kemarin.

Mugiyo menargetkan pada PON tahun ini, Jateng mendapatkan minimal dua medali emas dari 18 yang diperebutkan. Diakui, olahraga panahan di Jateng terlambat berkembang dibanding daerah lain terutama DKI Jakarta, Jatim, Jabar dan Sulawesi Utara. Itu karena nomor panahan tradisonal yang diandalkan Jateng pada PON 2000 dan 2004 dihapuskan pada PON 2008 dan seterusnya lantaran bukan cabang olimpiade.

Ia menambahkan, bahwa saat ini Perpani Jateng siap melaksanakan pembibitan. Namun diakui, untuk dapat melahirkan atlet berprestasi karena setidaknya dibutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun.

“Pembinaan rutin selama delapan hingga 10 tahun bisa memunculkan atlet berprestasi yang mampu memberikan kontribusi kepada Jateng dan nasional. Saya kira Jateng harus memulainya dari sekarang, tidak ada kata terlambat. Saat ini sudah banyak klub panahan bermunculan, itu potensi luar biasa,” katanya. (smu)