Pemkot Akan Bangun Gudang Barang

515

SEMARANG – Untuk menghindari kesan semrawut di kawasan Balai Kota Semarang, Pemkot Semarang berencana melakukan penataan, khususnya di bagian belakang yang selama ini digunakan untuk gudang barang-barang bekas.

”Balai kota kan pusat pelayanan warga se-Kota Semarang. Jangan sampai warga menganggap ada kesan kumuh dan semrawut, karena banyak barang bekas dan sitaan ditumpuk di sudut,” ungkap Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, Agus Riyanto, kemarin.

Ia menjelaskan, penataan juga dilakukan untuk menambah ruang bagi tempat parkir kendaraan.

Menurutnya, selama ini area parkir yang tersedia tidak mencukupi seluruh kendaraan milik pegawai maupun pengunjung balai kota. ”Untuk itu, kami berencana membangun sebuah gudang khusus di kawasan Kudu. Gudang tersebut dapat dimanfaatkan untuk menampung barang sitaan PJPR atau dinas lain yang membutuhkan,” katanya.

Selain untuk parkir, lanjut dia, lahan yang sebelumnya digunakan untuk menampung barang-barang itu juga akan digunakan sebagai pusat jajan selera rakyat (pujasera). Sehingga dapat dimanfaatkan oleh pegawai dan masyarakat untuk makan. ”Meski demikian, fokus tahun ini adalah menyelesaikan pembangunan gudang lebih dulu. Adapun untuk gedung parkir, akan dibuat di tahun 2017 mendatang,” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto, menambahkan, jika nantinya diperlukan pemkot akan memberlakukan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bagi karyawan Pemkot Semarang. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi kesemrawutan parkir baik di halaman depan maupun belakang balai kota.

”Namun ini masih perlu pembahasan dengan instansi lain dan juga Wali Kota Semarang nantinya. Yang jelas, lahan parkir sudah semakin terbatas sementara penggunaan kendaraan bermotor semakin tinggi. Bahkan terkadang pengunjung harus mencari parkir di luar halaman Balai Kota seperti di DP Mall,” katanya. (fai/aro/ce1)