Ritual Antar Dewa ke Kahyangan

459
JELANG IMLEK: Sejumlah warga keturunan Tionghoa saat menggelar ritual Siang Sin Giu Hok atau mengantar para dewa ke kahyangan di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, kemarin. (atas) Umat Tempat Ibadah Tri Dharma Pagoda Avalokitesvara kompleks Vihara Buddhagaya Watugong Semarang membersihkan pagoda dan rupang Dewi Kwan Im. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELANG IMLEK: Sejumlah warga keturunan Tionghoa saat menggelar ritual Siang Sin Giu Hok atau mengantar para dewa ke kahyangan di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, kemarin. (atas) Umat Tempat Ibadah Tri Dharma Pagoda Avalokitesvara kompleks Vihara Buddhagaya Watugong Semarang membersihkan pagoda dan rupang Dewi Kwan Im. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELANG IMLEK: Sejumlah warga keturunan Tionghoa saat menggelar ritual Siang Sin Giu Hok atau mengantar para dewa ke kahyangan di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, kemarin. (atas) Umat Tempat Ibadah Tri Dharma Pagoda Avalokitesvara kompleks Vihara Buddhagaya Watugong Semarang membersihkan pagoda dan rupang Dewi Kwan Im. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JELANG IMLEK: Sejumlah warga keturunan Tionghoa saat menggelar ritual Siang Sin Giu Hok atau mengantar para dewa ke kahyangan di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, kemarin. (atas) Umat Tempat Ibadah Tri Dharma Pagoda Avalokitesvara kompleks Vihara Buddhagaya Watugong Semarang membersihkan pagoda dan rupang Dewi Kwan Im. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PURWODINATAN – Jelang perayaan tahun baru Cina atau Imlek, sejumlah warga keturunan Tionghoa menggelar ritual Siang Sin Giu Hok atau mengantar para dewa ke kahyangan di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Pinggir, Purwodinatan, Semarang Tengah. Ritual tersebut juga sebagai awal untuk kegiatan selanjutnya, yakni melakukan pembersihan kongco dan kelenteng.

Ritual Siang Sin Giu Hok dimulai tepat pukul 16.00, dengan diawali pembacaan sutra Buddhis dan Taoisme. Satu per satu umat yang hadir dalam ritual tersebut berdoa di depan altar memanjatkan doa kepada sang dewa.

Usai pembacaan doa, Pandita Kelenteng Tay Kak Sie Pranata, memulai prosesi Siang Sin Giu Hok. Kertas sutra di atas tampah yang telah disediakan sebelumnya, dibakar hingga api padam dan abu pembakaran kertas naik ke atas.