Sambut Imlek, Rupang Dewa Dibersihkan

388
SETAHUN SEKALI : Umat TITD Liong Hok Bio Magelang membersihkan rupang dan altar dewa di kelenteng kemarin. Hal itu dilakukan untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SETAHUN SEKALI : Umat TITD Liong Hok Bio Magelang membersihkan rupang dan altar dewa di kelenteng kemarin. Hal itu dilakukan untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SETAHUN SEKALI : Umat TITD Liong Hok Bio Magelang membersihkan rupang dan altar dewa di kelenteng kemarin. Hal itu dilakukan untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SETAHUN SEKALI : Umat TITD Liong Hok Bio Magelang membersihkan rupang dan altar dewa di kelenteng kemarin. Hal itu dilakukan untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek. (Ahsan fauzi/radar kedu)

MAGELANG- Kemarin pagi, umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang disibukkan dengan bersih-bersih kelenteng. Sebanyak 28 locu dibantu umat Tionghoa mencuci rupang (kiem sien) dan altar. Pembersihan kiem sien atau patung dewa ini dilakukan setahun sekali menjelang tahun baru Imlek.

Ketua panitia perayaan tahun baru Imlek 2567/2016, Gunawan menuturkan, sebelum dicuci, diadakan upacara sembahyang sang an pada malam harinya. Pada saat sembahyang ini, dipercaya para dewa naik ke atas untuk mengutarakan apa yang sudah terjadi selama satu tahun ini. Ketika sudah naik inilah, esok harinya rupang dibersihkan.

Pria yang intim disapa Koh Gun menjelaskan, saat dibersihkan, diyakini bahwa rupang dalam keadaan kosong tanpa dihuni dewa. Saat hari-hari biasa ketika dewa masih menghuni rupang, umat tidak boleh membersihkannya.

Jumlah rupang ada 15 dan altar 14 di kelenteng tersebut. Setiap satu altar dibersihkan oleh dua locu. Jumlah locu yang terlibat ada 28 serta dibantu umat.