Tak Ditarik Retribusi, Pendirian Tower Menjamur

436
TAK SUMBANG PAD: Salah satu menara telekomunikasi yang didirikan di wilayah Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK SUMBANG PAD: Salah satu menara telekomunikasi yang didirikan di wilayah Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK SUMBANG PAD: Salah satu menara telekomunikasi yang didirikan di wilayah Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK SUMBANG PAD: Salah satu menara telekomunikasi yang didirikan di wilayah Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK-Menara atau tower telekomunikasi makin menjamur di wilayah Demak. Setidaknya, tercatat ada 173 menara yang didirikan dan bertebaran merata di 14 kecamatan. Menara-menara tersebut dikelola 17 provider.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkab Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, meski banyak menara yang berdiri, namun pihaknya pada 2016 ini tidak menentukan target penarikan retribusi untuk tower telekomunikasi tersebut. “Tahun ini tidak boleh melakukanpenarikan,”katanya.

Tidak diperbolehkan menarik retribusi terkait pendirian menara telekomunikasi tersebut berlaku sejak Mei 2015 tahun lalu. Ini setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itulah, dengan adanya keputusan itu, maka potensi atau kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari menara telekomunikasi hilang. Menurutnya, sebelum ada keputusan MK itu, kontribusi retribusi menara telekomunikasi terakhir bisa mencapai Rp 1,8 miliar.