Target Minimal 2 Medali Emas

751
MEYAKINKAN: Atlet wushu Jateng nomor sanda, Yusuf Widyanto yang baru saja merebut medali emas kejuaraan dunia lalu, saat berlatih di Wisma Wushu Jateng, beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEYAKINKAN: Atlet wushu Jateng nomor sanda, Yusuf Widyanto yang baru saja merebut medali emas kejuaraan dunia lalu, saat berlatih di Wisma Wushu Jateng, beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEYAKINKAN: Atlet wushu Jateng nomor sanda, Yusuf Widyanto yang baru saja merebut medali emas kejuaraan dunia lalu, saat berlatih di Wisma Wushu Jateng, beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEYAKINKAN: Atlet wushu Jateng nomor sanda, Yusuf Widyanto yang baru saja merebut medali emas kejuaraan dunia lalu, saat berlatih di Wisma Wushu Jateng, beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Cabor wushu menjadi salah satu cabor yang sangat intens dalam pemusatan latihan (TC) untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar yang akan digelar September mendatang. TC para atlet yang lolos PON melalui Pra-PON September 2015 lalu, dilaksanakan di Wisma Wushu Jateng. Tak tanggung-tanggung, mereka digembleng pelatih asal Tiongkok.

Di PON 2016 mendatang Jateng berhasil meloloskan 23 atlet yang terdiri dari 14 atlet di nomor taolu (jurus) dan 9 atlet yang akan turun di nomor sanda (pertarungan). Sekum Pengprov WI Jateng, Heny Setyawati mengatakan, untuk wushu kelolosan ke PON 2016 adalah by name, sehingga nama-nama atletnya yang lolos melalui Pra-PON tidak bisa diganti. “Kami melaksanakan TC jauh hari sebelum Pra-PON. Setelah selesai Pra-PON, TC kami intensifkan khususnya untuk para atlet yang telah tercatat lolos ke PON 2016,” papar Heny.

Heny yang juga manajer tim Pra-PON Jateng berharap, prestasi kontingen wushu Jateng bisa menyamai atau bahkan memperbaiki raihan mereka di babak kualifikasi yang berlangsung di Bandung lalu. Untuk nomor taolu, di babak kualifikasi kemarin Jateng meloloskan jumlah atlet terbanyak, bahkan dibanding provinsi lain yang menjadi favorit di cabor tersebut seperti Sumut yang meloloskan 13 atlet dan juga Jatim (11).