Eks Ketua Golkar Dianggap Rugikan Rp 130 Juta

446
SIDANG TIPIKOR : Agung Setyono usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG TIPIKOR : Agung Setyono usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG TIPIKOR : Agung Setyono usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG TIPIKOR : Agung Setyono usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN-Eks Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Salatiga, Agung Setiyono, akhirnya menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Salatiga di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (3/2) kemarin. Atas dugaan keterlibatan dalam perkara dugaan korupsi dana bantuan politik (Banpol) Partai Golkar Kota Salatiga tahun 2010-2012 yang dituding merugikan keuangan negara Rp 130 juta.

Dalam dakwaannya JPU, Nizar SH MH menganggap perbuatan terdakwa bertentangan Permendagri Pasal 23, Pasal 23 ayat 1 huruf a, b, c dan Pasal 24 Permendagri 24/ 2009. Selain itu, perbuatan terdakwa melanggar Primair Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. “Subsidair melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 dalam Undang-Undang yang sama,” kata JPU Nizar di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sulistyono.

Menurut JPU, korupsi terjadi atas penerimaan dana banpol Partai Golkar sesuai perolehan suara pada Pemilu 2009 sebesar 8.886 kursi. Sesuai ketentuan, banpol diberikan sebesar jumlah kursi dikalikan Rp 6.364. Sedangkan Pemkot Salatiga menganggarkan pemberian dana banpol untuk Parpol Rp 470 juta tiap tahunnya.