UKA untuk Mahasiswa Jalur UM

510

”Dengan membuka kesempatan masyarakat yang mampu untuk memberikan kontribusi melalui UKA, itu tidak memberatkan warga yang miskin”

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman

SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan memberlakukan UKA (Uang Kuliah Awal) untuk calon mahasiswa yang diterima melalui jalur Ujian Mandiri (UM). Hal itu untuk memberikan subsidi kepada mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Hal itu dikatakan Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman, saat ditemui usai penandatanganan kerja sama dengan 7 mitra kampus konservasi tersebut. Pemberlakuan UKA tersebut berdasarkan peraturan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

”Kalau di tahun ini atas peraturan menteri kita diperbolehkan memungut sumbangan pengembangan melalui UKA,” kata Fathur, Rabu (3/2).

Sebelumnya, semua perguruan tinggi negeri di Indonesia juga memberlakukan sistem pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal), namun tidak semua PTN yang memberlakukan sistem UKA. ”Formatnya kita baru mencari terkait implementasi dengan UKT, jangan sampai memberatkan,” ujarnya. Pemberlakuan UKA tersebut hanya untuk calon mahasiswa yang diterima melalui jalur Ujian Mandiri (UM).

Selama ini, penerimaan mahasiswa baru di PTN melalui tiga jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan jalur Ujian Mandiri. Dijelaskan Fathur, pungutan sumbangan pengembangan institusi tersebut juga akan dilakukan pada program pascasarjana. ”Tujuannya yaitu untuk masyarakat yang memiliki perekonomian di atas dapat menyubsidi mahasiswa yang berasal dari perekonomian bawah (selain bidikmisi),” katanya. Selain itu, hal tersebut juga sebagai bentuk patuhnya perguruan tinggi kepada Kemenristek Dikti.

Sementara itu, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Unnes, S Martono mengatakan pungutan melalui UKA merupakan sebuah kebijakan dari Kemenristek Dikti untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. ”Dengan membuka kesempatan masyarakat yang mampu untuk memberikan kontribusi melalui UKA, dan itu tidak memberatkan warga yang miskin,” katanya. Selama ini, Unnes melakukan dorongan untuk warga miskin guna memperoleh akses layanan pendidikan melalui beberapa jalur.