Cegah Zika, Minimalisasi Genangan Air

346

SEMARANG – Masyarakat diimbau untuk meminimalisasi adanya genangan air guna mencegah virus Zika. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) akan terus digalakkan sebab virus Zika juga menular melalui nyamuk seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, meminta upaya meminimalisasi genangan tidak hanya dilakukan di rumah. Namun juga di kantor, sekolah, dan tempat umum.

”Kesadaran diri adalah salah satu cara efektif. Kami mengimbau agar masyarakat ikut dalam gerakan bebas jentik nyamuk. Kalau bisa, setiap rumah bisa mencapai angka bebas jentik (ABK) hingga 100 persen,” ucapnya.

Dikatakannya, Zika merupakan virus baru yang belum pernah ditemukan di Jawa Tengah. Kabarnya, virus tersebut hanya berada di Benua Afrika. Meski begitu, warga Jawa Tengah diimbau untuk selalu waspada karena virus tersebut sudah invasi ke Indonesia bagian barat.

Dirut RSUD Kota Semarang, Susi Herawati, menjelaskan, sejak awal Januari lalu, rata-rata ada 7-12 pasien DBD yang masuk setiap harinya. Entah dari stadium 1 hingga stadium 3. ”Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap musim penghujan, angka penderita DBD selalu naik,” katanya.

Dijelaskannya, rata-rata pasien merupakan rujukan dari beberapa daerah di sisi timur Semarang, terutama Demak dan Purwodadi. Susi menambahkan, dari beberapa jumlah pasien yang masuk, dalam minggu ini terdapat satu pasien yang meninggal dunia karena tidak mampu tertolong di ruang ICU. Pasien yang meninggal tersebut dari Kabupaten Grobogan. Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar pasien DBD yang kondisinya parah rentang usianya adalah usia anak sekolah meski ada juga yang berusia dewasa. ”Tapi sampai sekarang belum ada pasien yang terindikasi terkena virus Zika. Kebanyakan DBD,” ujarnya.