Kauman Akan Jadi Kampung Alquran

676

SEMARANG – Di tengah sibuknya aktivitas Kota Semarang, ada satu kampung yang terletak di jantung kota memiliki tradisi unik. Kultur Islam begitu kental saat memasuki Kampung Kauman yang terletak tak jauh dari Pasar Johar Semarang. Daya tarik kuat di kampung ini adalah adanya para santri putra-putri dari berbagai penjuru kota di Indonesia yang menimba ilmu sebagai hafiz dan hafizah atau penghafal Alquran. Mereka menghuni sebanyak 16 pondok pesantren yang berdiri terpisah di permukiman padat penduduk di kampung tersebut. Semua pondok pesantren itu di bawah naungan Yayasan Ponpes Raudhatul Quran, Kauman Glondong, Semarang.

Uniknya, para santri penghafal Alquran itu selama menimba ilmu di ponpes tersebut tidak diperbolehkan memiliki aktivitas lain, termasuk tidak diperbolehkan untuk sekolah formal maupun bekerja. Para santri tersebut digembleng agar fokus menghafalkan kitab suci Alquran.

Selain aktivitas santri penghafal Alquran, terlihat jelas aktivitas warga yang membudayakan pendidikan Alquran sejak usia dini. Tidak salah, jika lantunan ayat-ayat suci mudah sekali ditemukan saat menyambangi kampung tersebut. Bahkan tak lama lagi, Kampung Kauman bakal dicanangkan sebagai Kampung Alquran.

”Ada 16 rumah yang saat ini digunakan sebagai pondok pesantren penghafal Alquran,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Quran Kauman Semarang, Ir H Khammad Ma’sum ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (3/2).

Dijelaskannya, pondok pesantren tersebut merupakan tempat menimba ilmu, khususnya untuk belajar ilmu Alquran dan menghafal Alquran. ”Kami memang memiliki aturan yang ketat. Bahkan para santri yang masuk dan menghafal Alquran di sini tidak diperbolehkan sekolah formal maupun bekerja. Mereka dipersiapkan agar fokus menghafal Alquran,” tegasnya.

Rata-rata, lanjut Ma’sum, para santri mulai masuk ponpes tersebut setelah lulus SMP. Diperlukan kurang lebih empat tahun untuk bisa menghafal Alquran sebanyak 30 juz. ”Setelah mampu menghafal 30 juz, para santri ujiannya adalah menghafalkan Alquran 30 juz itu di tengah permukiman warga dan disemak oleh masyarakat,” katanya.

Dikatakan Ma’sum, belajar ilmu Alquran telah menjadi tradisi yang dijaga di Kampung Kauman. ”Kampung Kauman ini akan dicanangkan menjadi Kampung Alquran. Batasnya mulai Masjid Kauman hingga Jalan Wahid Hasyim atau perempatan Kranggan. Ini sebenarnya terdiri atas dua kelurahan, yakni Kelurahan Bangunharjo dan Kauman. Namun jalan raya di kampung ini merupakan Jalan Kauman,” terangnya.