Pameran di Mal, Sasar Segmentasi Lebih Luas

465
KAGUM: Salah seorang pengunjung takjub dengan karya seni yang dipamerkan di Orat-oret Art Jamming yang digelar di lantai 3 Mal Paragon Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAGUM: Salah seorang pengunjung takjub dengan karya seni yang dipamerkan di Orat-oret Art Jamming yang digelar di lantai 3 Mal Paragon Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAGUM: Salah seorang pengunjung takjub dengan karya seni yang dipamerkan di Orat-oret Art Jamming yang digelar di lantai 3 Mal Paragon Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAGUM: Salah seorang pengunjung takjub dengan karya seni yang dipamerkan di Orat-oret Art Jamming yang digelar di lantai 3 Mal Paragon Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKAYU – Puluhan komunitas seni menggelar karyanya di lantai 3 Mal Paragon Semarang dalam pameran bertajuk Orat-oret Art Jamming sebagai aksi seni di ruang publik. Kegiatan ini sebagai sarana seniman mengeksplorasi, interaksi, dan membangun peluang di masyarakat.

Panitia acara, Dadang Pribadi, mengatakan, jika dalam acara tersebut, bukan hanya memamerkan karya seni dari puluhan komunitas seni di Semarang. Tapi juga diisi dengan lapak seni, panggung seni, dan aksi seni. ”Mengapa di mal, karena kami pelaku seni ingin menyasar segmentasi masyarakat yang lebih luas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (3/2) siang.

Acara yang dihelat 1-20 Februari ini dimaksudkan agar masyarakat tahu proses pembuatan karya seni. Di antaranya adalah seni lukis, scrapbook, dan karikatur. ”Ada yang membuka lapak dan menghasilkan karya secara langsung, beda kalau masyarakat datang di galeri yang hanya melihat hasil yang sudah dipajang (sudah jadi, Red),” tuturnya.