Pelantikan Batal di Istana Negara

Dipercepat 15 Februari

481
SEGERA DILANTIK: Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGERA DILANTIK: Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Wacana pelantikan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) yang rencananya digelar di Istana Negara Jakarta pada 25 Februari 2016 mendatang akhirnya batal terwujud. Pemerintah pusat menyatakan bahwa pelantikan pasangan bupati/wali kota tetap dilakukan di Ibu Kota Provinsi sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

”Informasi terbaru dari Kemendagri, pelantikan tidak jadi 25 Februari di Istana Negara. Akan tetapi dipercepat pada 15 Februari, dan dilaksanakan di provinsi,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, usai memimpin rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (3/2).

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu memang sempat muncul wacana pelantikan kepala daerah terpilih baik gubernur, bupati, dan wali kota dilaksanakan serentak di Istana Negara. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini, pemerintah pusat perlu membuat Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur hal tersebut. ”Namun ternyata, pemerintah pusat akhirnya tidak mengubah undang-undang,” katanya.