Perhutani Fasilitasi Masyarakat untuk Bertanam

Dukung Ketahanan Pangan

515
PANEN RAYA: Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Imran Sulaiman, MP bersama Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Ir SR Slamet Wibowo MM menghadiri panen raya di petak 32F RPH Ploso Kerep BKPH Penganten, Kecamatan Kelambu, Kabupaten Grobogan, Rabu (3/2). (IST)
PANEN RAYA: Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Imran Sulaiman, MP bersama Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Ir SR Slamet Wibowo MM menghadiri panen raya di petak 32F RPH Ploso Kerep BKPH Penganten, Kecamatan Kelambu, Kabupaten Grobogan, Rabu (3/2). (IST)

GROBOGAN – Bulog diminta ikut membantu menyerap hasil panen jagung petani. Mengingat selama ini persoalan yang dihadapi para petani jagung masih seputar harga. Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri panen raya jagung di Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Rabu (3/2).

Masyarakat Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan akhirnya bisa tersenyum puas. Setelah bekerja keras selama hampir empat bulan. Benih jagu yang ditebar di area lahan hutan seluas 6,1 hektare milik Perum Perhutani RPH Ploso Kerep, BKPH Penganten, KPH Purwodadi, kemarin bisa dipanen. Panen raya juga disaksikan Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP dan Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Ir SR Slamet Wibowo MM.

”Di Jember tadi harga per kilo Rp 2.700. Di Grobogan turun lagi Rp 2.500 per kilo. Bulog harus berperan aktif. Jangan sampai petani rugi, mereka tidak bisa produksi lagi kalau rugi,” terang Andi Amran. ”Jadi masyarakat jika butuh jagung dan membeli ke bulog maksimal Rp 3.800 per kilo, tidak lebih dari Rp 4.000 per kilo,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan produksi tanaman jagung, Pemerintah Pusat tahun ini memberikan lahan gratis Seluas 3 juta hektare. Jumlah ini meningkat dari bantuan tahun lalu seluas 1,5 juta hektare. ”Selain itu, pemerintah juga memberikan asuransi untuk 1 juta hektare lahan jagung yang terkena bencana,” imbuhnya.

Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Slamet Wibowo menambahkan, panen raya jagung dilakukan di Petak 32 F, RPH Ploso Kerep, BKPH Penganten yang secara administratif masuk KPH Purwodadi dan Kabupaten Grobogan. ”Petani menanam padi jenis Bisi 18 yang merupakan benih unggulan. Hari ini petani bisa melihat hasil dengan puas. Kualitas jagung bagus,” ujar Kadivre.

”Tumpangsari di lahan Perhutani ini memberikan kesempatan kepada petani untuk menanam polowijo, jagung dan lainnya. Hasil panen seluruhnya dinikmati mereka. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan dan mendukung program pemerintah dalam rangka kedaulatan pangan,” terang Slamet Wibowo.

Tanaman jagung, imbuh dia, ditanam di antara larikan tanaman jati musim tanam 2015. Dari total 6,1 hektare, pembagian lahan untuk empat 4 orang petani, diberi kesempatan mengelola luasan lahan seluas 1 hektare lahan.

Terkait panen raya tersebut, Ketua LMDH Jurang Jero Warsimin mengaku bisa merasakan apa yang namanya pendapatan dari pertanian khususnya jagung. Tidak saja terkait panenan semusim, dari perusahaan milik negara tersebut warga juga mendapatkan ’penghasilan’ dari tugas menjaga kawasan hutan. ”Tiap 1 hektare dapat 5 ton jagung pipilan. Dari hasil panenan yang dibawa pulang rata-rata pendapatan per bulan capai Rp 2,5 juta,” akunya.

Sedang, sumber kesejahteraan lain yang didapat dari bagi hasil yakni berupa uang hasil penjualan tebangan. ”Akhir tahun lalu, masyarakat mendapat pembagian hasil dari Perhutani sebanyak Rp 300 juta,” tandasnya. (*/zal/ce1)