Petani Masih Kekurangan Alsintan

468
LEBIH MODERN : Petani di Kecamatan Ambarawa, Banyubiru dan Tuntang mulai menerapkan pertanian modern, setelah mendapatkan bantuan mesin tanam padi otomatis untuk mempercepat penanaman. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH MODERN : Petani di Kecamatan Ambarawa, Banyubiru dan Tuntang mulai menerapkan pertanian modern, setelah mendapatkan bantuan mesin tanam padi otomatis untuk mempercepat penanaman. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH MODERN : Petani di Kecamatan Ambarawa, Banyubiru dan Tuntang mulai menerapkan pertanian modern, setelah mendapatkan bantuan mesin tanam padi otomatis untuk mempercepat penanaman. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH MODERN : Petani di Kecamatan Ambarawa, Banyubiru dan Tuntang mulai menerapkan pertanian modern, setelah mendapatkan bantuan mesin tanam padi otomatis untuk mempercepat penanaman. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Petani di Kabupaten Semarang membutuhkan bantuan peralatan pertanian modern seperti hand tractor dan mesin tanam padi. Pasalnya, bantuan penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern yang dikucurkan selama ini oleh pemerintah, belum mencukupi kebutuhan seluruh petani.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang, Ir Urip Triyoga mengatakan bahwa dengan luasan tanam padi di Kabupaten Semarang yang mencapai 41 ribu hektare, idealnya dibutuhkan 2.000 unit hand tractor. Sedangkan hand tractor yang sudah ada mencapai 1.100 unit.

“Masih diperlukan 900 sampai 1000 unit hand tractor lagi untuk mendukung target produksi padi tahun 2016 ini,” kata Urip saat menyerahkan bantuan hand tractor kepada para petani di Ambarawa, Rabu (3/2) kemarin.