Puluhan Ribu KIS Tidak Dapat Digunakan

544
POSKO PEMANTAUAN : Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Juliansyah, saat membuka posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran, Rabu (3/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POSKO PEMANTAUAN : Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Juliansyah, saat membuka posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran, Rabu (3/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POSKO PEMANTAUAN : Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Juliansyah, saat membuka posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran, Rabu (3/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POSKO PEMANTAUAN : Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Juliansyah, saat membuka posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran, Rabu (3/2) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Puluhan ribu Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) bagi warga miskin di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran tidak dapat digunakan. Sebab KIS-PBI tersebut telah dinonaktifkan lantaran adanya nama ganda, meninggal dunia dan dianggap mampu menjadi peserta mandiri.

Data BPJS Kesehatan Cabang Ungaran menyebutkan bahwa peserta KIS-PBI di Kabupaten Semarang sebanyak 290.054 jiwa. Untuk wilayah Kendal sebanyak 376.606 jiwa dan di Kota Salatiga sebanyak 41.313 peserta KIS-PBI. Total peserta KIS-PBI di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran sebanyak 707.973 jiwa.

“Dari hasil verifikasi dan validasi, banyak kartu (KIS-PBI) yang tidak aktif tersebar di wilayah kerja kami di Kabupaten Semarang, Kendal dan Kota Salatiga. Kabupaten Semarang ada 311 kartu, di Kendal sebanyak 22.715 kartu dan 600 kartu di Kota Salatiga,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran, Juliansyah, Rabu (3/2) kemarin, saat membuka posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran.