Tingkatkan Minat Baca Untuk Menuju Kabupaten Literasi

681

Menurut Sekda Singgih, Pemkab akan berupaya mendorong program itu melalui APBD Perubahan mendatang. Selain itu, juga dapat diwujudkan melalui anggaran dana desa (DD) dari pemerintah pusat melalui program pemberdayaan masyarakat. Dia mengatakan, sejauh ini di wilayah Demak minat baca dirasakan memang masih rendah. Munculnya gadget dan tekhnologi lainnya turut mengurangi minat baca buku.

Kabid Program dan Ketenagaan Disdikpora Pemkab Demak, Afida Aspar menambahkan, di Demak sendiri telah ada 380 perpustakaan pendukung, utamanya di sekolah-sekolah SD. Selain itu, juga perpustakaan di taman baca PKBM. “Sudah banyak perpustakaan. Meski begitu, terus kita tingkatkan kualitas perpustakaan ini,” katanya.

Koordinator USAID Prioritas Provinsi Jateng, Nur Kholis mengatakan, pentingnya pengembangan konsep atau program literasi ini karena mempertimbangkan masih minimnya minat baca di masyarakat. Secara umum tradisi membaca masih belum diikuti pemahaman terhadap konteks bacaan tersebut. Di Demak, kata dia, ada 75 SD dan 25 MI di 13 kecamatan yang menjadi sasaran program literasi ini. “Setiap sekolah dapat 600 buku untuk bahan bacaan siswa,” ujarnya.

Itu diberikan agar pola pikir siswa berkembang. Untuk mengembangkan literasi atau masyarakat gemar membaca yang ideal ini, perlu dukungan peraturan daerah (perda) atau peraturan bupati (perbup) didaerah masing-masing.Berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 antara lain disebutkan, bahwa siswa wajib membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. “Di dunia ini, minat baca masyarakat di Indonesia diurutan ke 64. Kita kalah jauh dengan Vietnam yang menempati posisi urutan ke 20,”katanya. (hib/zal)